Cuma Cerita (1)

“Ooo.. begitu, baik pak, kalau begitu hari senin pagi, kami akan kembali untuk bisa bertemu dengan pak lurahnya ya pak, terimakasih maaf ya pak sudah mengganggu pekerjaanya”. Kalimat yang akhirnya saya lontarkan kepada salah satu pegawai kantor desa cilebut barat yang selalu tersenyum dan ramah. Mungkin ada yang bertanya “Ngapain wi di kantor desa cilebut?” oke jadi begini ceritanya *berdehem* hehe.

Kamis sore saya diamanahkan om sugeng untuk pergi kekantor desa cilebut barat dalam rangka mengenalkan aplikasi desa yang sedang kami kerjakan. Saya diminta untuk bertanya sama intan yang sebelumnya sudah pernah ke kantor desa cilebut untuk mencari percontohan desa yang baik, saya harus tau siapa PIC di desa cilebut tersebut, sebelumnya saya memang sudah ngobrol sama intan mengenai desa cilebut barat ini, dan intan bilang PIC disana yaa pak lurah nya sendiri. Malamnya saya membuat beberapa pertanyaaan yang kira-kira akan saya tanyakan dan saya diskusikan, menyiapkan data-data yang sudah intan dapatkan sebelumnya dari desa cilebut itu dan sudah di input dalam aplikasi desa oleh mas farhan untuk saya perlihatkan kepada pak lurahnya. Read More

a time

jam Malam di tanggal 13 Januari 2015, pukul 00.33.
Aku masih terjaga, masih tenggelam dalam pikiran dan khayalan-khayalanku yang semakin menggila, waktu terus berjalan tanpa bisa aku hentikan, terus berjalan dengan tanpa memberi peringatan pada siapapun atau apapun.
Berbicara waktu,,, maka berbicara banyak hal yang tidak bisa ditunda, karena kita bisa menunda, tapi waktu tidak akan pernah mau menunda. Kita akan menyesal tanpa waktu memperdulikan, karena waktu hanya bisa berjalan dengan atau tanpa kesempatan-kesempatan yang ada. Read More