Voila !

Hay Penabuluers, apa kabar?

Kalo kemarin Mba Maya update kehebohan Mba Maya lewat cerita All About My FIRSTnya, sekarang saya yang mau update kehebohan saya juga, hehehe. Sama ini juga pengalaman pertama juga, kalo Mba Maya pengalaman pertama kali camping di gunung, kalo saya pengalaman pertama nonton konser dan itu konser Band Korea. AHAHAHAHHAHAHA. Udah pasti pada jengah deh “kenapa mesti banget Boy Band Korea?” iyaa.. saya juga kadang berpikir kenapa mesti “Korea?”. Saya aja bingung gimana orang lain? Tapi yang mau saya ceritain bukan soal konser Koreanya si, (tapi… ada juga si ceritanya) lebih ke “pada percaya kan sama rejeki itu udah ada yang mengatur?” naaah.. cerita ini yang saya mau angkat dalam cerita ini *kibas jilbab* hihi.

Dari awal yaa? Dari jumat malem sepulang saya dari markas, jumat itu biasanya jadi hari yang paling, uwaaaaah banget buat naik kerata, bukan cuma sekedar penuh, tapi orang-orang didalemnya luar biasa, tapi jumat malem itu kereta kosong (bukan kosong beneran), cuma lebih lengang aja, ngga kaya hari jumat biasanya, bahkan kaya hari biasanya, saya masih bisa berdiri tegak tanpa harus kedorong-dorong kebawa arus didalam kereta, dan keretanya sampai lebih cepat. Saya sampai dirumah lebih awal dari sepupu saya Sandy. Setelah siap-siap untuk tidur kami pun mulai merencanakan kegiatan kami esok hari yaitu nonton konser Big Bang !!! (boyband Korea) ahahaha. Sebenernya yang pengen banget nonton itu sepupu saya ini, saya masih mau ngga mau, karena harga tiket konser yang buat saya mesti mikir 2-3 kali, mahaaaal bangeeeeet… (padahal itu buat tiket yang paling murah), setelah ngobrol panjang lebar, tetap kepada kalimat handal “liat besok aja”haha.

Sabtu, 1 Agustus 2015, hari H Big Bang konser, saya masih belum bisa menentukan jadi ikut beli tiket apa ngga, karena sebelumnya sepupu saya ini memang sudah book tiket lewat temannya, saya diajak tapi saya masih belum mau, karena harganya masih diatas 700.000, saya hanya mau beli tiket yang harganya 200.000. Jam 10.00 WIB kami sudah siap berangkat, iyaa berangkat ke markas, karena saya harus ke markas dulu untuk persiapan Semiloka hari senin, sayapun berangkat menggunakan KRL. Memutusakan untuk menggunakan KRL lagi-lagi karena sepupu saya, karena tempat konser di BSD dan khawatir akan sampai malam kalau bawa mobil takut kena marah.haha

Berangkatlah kami, jam setengah 12 sampai di markas, sudah ada Mba Tya dan Mas Mudi, yang sudah siap memulai untuk mensetting ruangan. Kami pun memulai untuk setting ruangan, sampai jam setengah 3 sore. Kamipun pulang perjalanan menuju stasiun pasar minggu, diperjalanan kami masih membicarakan tiket yang belum kami beli, dan yang menjadi kabar buruknya kalau tiket yang sepupu saya pesan tidak ada, alias orangnya tidak bisa dihubungi. Sesampainya kami di stasiun pasar minggu, saya mencoba untuk mengajak sepupu saya untuk pulang ke Bogor dan tidak usah jadi pergi nonton, tetapi sepupu saya tetap ingin nonton, akhirnya kami tetap berangkat dengan perasaan yang masih khawatir. 2 hal yang menjadi kekhatiran kami, yang pertama jelas kami tidak mendapat tiket karena merasa perjalan kita sudah cuku jauh, dan yang kedua adalah kalau ternyata kita dapat tiket akhirnya kami pulang terlalu larut malam.

Perjalanan kami cukup panjang karena kami harus 2 kali naik kereta. Sebelumnya kami harus menuju stasiun tanah abang, lalu dilanjutkan kereta menuju serpong. Begitu sampai di staisun tanah abang, saya dan sepupu saya harus berlari menaiki tangga, menuju kereta sepong dijalur 6, karena kereta kearah serpong tidak banyak seperti KRL Tanah Abang- Bogor, dan jam sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB, telat sedikit saja kami harus menunggu kurang lebih 30 menit lagi. Masih kepikiran dengan belum adannya tiket membuat kita agak sedikit panik, jadilah semua serba terburu-buru.

Setibanya kami di kereta serpong, kami berdo mencoba unntuk menarik nafas, karena kereta masih agak kosong, selang beberapa menit kemudian, penuuuuuh… sampai sulit bergerak. Kami harus turun distasiun rawa buntu karena tujuan kami ke ICE BSD. Didalam kereta saya dan sepupu saya sibuk masing-masing, sepupu saya sibuk mainin handphonenya sedang saya sibuk melihat keraiaman didalam kereta seperti biasanya.

Saat saya sedang memperhatikan sekeliling, depan saya berdiri seorang kakak perempuan cantik, kakak ini kelihatan kebingungan, karena terus menerus melihat handphonenya dan memandangi jendela KRL, kemudian kakak ini bertanya kepada ibu-ibu yang duduk didepannya “bu.. kalau mau ke AEON Mall itu turunnya dimana, serpong atau sudimara?” ibu-ibu yang ditanyainya kurang mengerti juga mengenai jalan yang dimaksud, saya yang masih memperhatikan kebingungan kakak ini, mencoba untuk membantu dengan kesoktauan saya, “kakak mau ke AEON? Setau saya turunnya di stasiun Rawa Buntu kak, itu dekat dengan ICE BSD kan ya kak?” kakak itu langsung terlihat sumringah ketika saya bilang ICE BSD, “iyaa.. saya mau ke ICE itu, turunnya di Rawa Buntu ya?tapi saya beli tiketnya yang THB dan udah bilang sudimara? Gimana ya bisa ngga ya?” saya kembali menjawab dengan kesoktauan saya “itu maksimal 25km kan kak? Kayaknya masih bisa kalau ke rawa buntu kak, karena hanya kena satu stasiun, pun kalau kena denda, kakak hanya ngga dapat uang jaminan kartu aja, kakak mau nonton Bigbang juga ya kak?” tertawa saya menanyakannya. Kakak itupun mejawab “oh, yasudahlah nggapapa kalau hanya karena kena kartu jaminan asalkan ngga kejauhan turunnya takut macet, dan aku bukan mau nonton, kebetulan aku EO untuk konser Big Bang”, sekarang saya yang sumringah ketika tau kakak ini ternyata panitia penyelenggara, yang membuat saya sumringah adalah siapatau saya bisa ke backstage buat liat langsung personil Big Bangnya, hahahhaa.

Sayapun membicarakan itu kepada kakak itu, sepupu saya saja yang tadinya sibuk main handphone langsung menoleh dengan mata yang berbinar-binar karena tau kakak ini EO. Saya mencoba mengajak kakak ini untuk berangkat bareng supaya bisa naik taxi dan kena biaya yang lebih murah karena kan bisa dibagi 3, kakak itu pun setuju, kakak itu berterimkasih karena bisa bertemu kami jadinya kakak ini ngga nyasar. Kakak ini bertanya kepada kami “kalian mau nonton? Kok jam segini masih dijalan?” saya pun menjawab “iya kak, kami masih gambling, karena belum punya tiket mungkin beli di boothnya, kalo ngga dapet yaa ngga jadi kak” lalu kakak ini bilang “ini aku ada satu tiket khusus buat kamu aja ya? Tapi maaf yaa Cuma ada satu” kakak ini menyerahkan tiketnya kepada saya, gimana saya ngga seneng? Saya yang ngga niat-niat banget nonton malah saya yang dapet tiket gratis pula. Sepupu saya hanya bisa meratapi melihat tiket yang diberikan kepada saya, hehehe.

Setibanya kami di stasiun rawa Buntu, kamipun langsung mencari taxi untuk ke ICE BSD, sepanjang perjalanan kakak ini terus bercerita, sampai kami lupa berkenalan dan baru berkenalan saat didalam taxi dan itu hampir sampai di tempat, kakak ini bernama Gloria, dandi panggil Igo. Satu hal yang saya pelajari dari kakak ini, adalah benar untuk tidak melihat darin penampilan, kenapa? Karena kakak ini terlihat gaul sekali, kalau dibandingkan saya, *saya mah apa atuh* hahaha. Kakak ini berparas cantik, stylish dan yaah anak zaman sekarang bangetlah, tapi tidak sama sekali sombong, malah yang banyak bercerita kakak ini, dan kakak ini mengira saya dan sepupu saya baru akan masuk kuliah, setelah ditanya ternyata beda usia Kak Igo ini hanya 2 tahun lebih tua dari saya, kamipun tertawa ketika mengetahui ini, entah saya dan sepupu saya yang memang terlihat muda atau gaya kami yang terlalu anak kecil.

Kami sampai di tempat Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Keramaian pun kami temui, dari anak-anak sampai orangtua, sepertinya orangtua ini yang mengantarkan anak-anaknya untuk nonton konser, atau malah mereka penggemar Big Bang juga? Hahaha. Kami mencari tempat duduk untuk merehatkan badan yang lelah didalam kereta. Kak Igo ini berniat untuk menunggu pacarnya yang menjadi panitia juga, sedang saya dan sepupu saya mulai mencari-cari para calo penjual tiket murah, hahahha. Tapi sampai pukul 17.45 kami masih mencari masih belum mendapatkan tiket murah sesuai dengan ekspetasi kami yaitu Rp. 200.000. karena merasa tidak enak dan kasihan melihat sepupu saya yang ingin sekali mellihat Big Bang tampil, saya menyarankan sepupu saya untuk menggunakan tiket saya, dan saya tinggal di luar, sungguhu saya tidak begitu niat untuk nonton, namun sepupu saya menolak tetap ingin saya ikut masuk dan dia mencari tiket yang lebih murah, kami mencari kesana kemari dan tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 18.25, sedangkan Big Bang tampil pukul 18.30 WIB, sepupu saya mulai panik begitupun juga dengan saya. Karena niat yang begitu kuat untuk menonton akhirnya sepupu saya tetap membeli tiket dengan harga yang cukup tinggi hanya tempatnya berbeda dengan yang saya dapatkan, saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat keinginaan sepupu saya yang begitu tinggi untuk melihat konser ini. Kamipun masuk kedalam ruangan dan beda stage, (kan lucu, karena ujung-ujungnya kami misah).

index 1

Pukul 18.40 WIB sang penyanyi Big Bang ini pun tampil, dengan penuh sorak-sorak para penonton menyambut penampilan mereka, awalnya saya merasa asing karena saya benar-benar sendiri, sedang saya melihat disekitar saya beramai-ramai menontonya, tapi karena sudah terlanjur masuk dan orang sekitarpun tidak memperdulikan kesendirian saya, saya mulai menikmati llagu-lagu yang dibawakan Boy Band ini. Sebenarnya saya suka dengan lagu-lagu mereka saya penikmat dan penyuka salah satu personil mereka yaitu T.O.P karena dia memiliki suara yang bass, dan paras yang tampan (dia ngga operasi plastik kok, hahaha). Selama dua jam saya menikmati semua penampilan mereka yang benar-benar membuat saya lupa kalau sebenarnya saya tidak bersama sepupu saya.

index

Pukul 21.30 konsernya selesai, dan ketika penyanyi mulai hilang dari panggung, penontonpun mulai keluar ruangan seperti semut, karena banyaaaaak sekali, handphone saya yang mulai lowbat karena dipakai untuk merekam penampilan mereka kebingungan cari colokkan listrik, kalau sampai mati saya dan spupu saya bisa benar-benar terpisah. Begitu menemukan untuk cash handphone saya menghubungi sepupu saya dan janjisan disatu tempat untuk pulang. Setelah sudah bertemu hujan turun, walaupun ngga terlalu deras tapi cukup membuat basah, keadaan saat itupun jalanan macet karena semua mobil keluar, ngga gerak sama sekali, bubaran konser dan AEON Mall yang jaraknya dekatpun mau tutup sehingga mobil dari mall juga keluar semua, disana juga ngga ada angkutan umum, hanya ada taxi dan ojek, karena taxi juga tidak bisa bergerak jadi kami memutuskan mencari ojek, tapi tetap harus jalan dulu dan cukup jauh untuk menghindari kemacetan.

Kami menemukan ojek namun hanya ada satu, setelah nego akhirnya jekpun mau mengantarkan kami kestasiun terdekat meuju stasiun tanah abang, kekhawatiran kami bertambah karena jam sudah menunjukkan pukul 22.30, sedang KRL menuju bogor terakhir adalah jam 23.00 WIB. Benar saja kami diantarkan ojek ke stasiun terdekat setelah serpong pukul 22.50 WIB, kami mulai panik karena terdengar kereta terakhir menuju st4asiun tanah abang, benar saja kami berdua berlari menuju gerbong dan itu kereta terakhir ketanah abang. Sampai di tanah abang sudah pukul 23.40 WIB. Kepanikkan kami sempat sedikit hilang karena ada salah satu penumpang berkata masih ada kereta tanah abang – bogor di jam sekarang, kamipun menunggu kereta itu, sampai ada kereta tanah abang – depok, kami biarkan lewat, kamipun sibuk mebahas hail noton kami tadi, tanpa kami sadari saat melihat kanan kiri distasiiun sebesar itu hanya tinggal kami berdua, tertawa kamipun berubah menjadi kepanikan luar biasa saat melihat jam 00.05 dan kereta masih belum juga datang.

Saya menjaka sepupu saya untuk menanyakan ke petugas syukurlah masih ada, dan ketika ditanyakan memang kereta ke bogor terkahir jam 23.00. kami benar-benar panik, karena tidak ada tempat menginap uangpun menipis, kami mulai berpiir untuk naik taxi dan bayar dirumah karena sudah terlalu larut malam. Tapi petugas tersebut menyampaikan kabar baik bahawa masih ada kereta menuju ke bogor namun dari arah kota jakarta, dan dari tanah abang masih ada ke manggarai terakhir. Benar saja tidak lama kereta terakhir menuju manggarai datang kamipun mengucapkan terimakasih dan berlari. Sesampainya di stasiun manggarai kami juga langsung berlari menuju kereta terakhir kearah Bogor dan jam sudah menujukan pukul 00.35. kepanikan kami berubah menjadi kepasrahan, pasrah karena sudah dipastikkan kami sampai rumah pukul 02.00 lewat, dan pasrah kalau kami berdua akan dimarahi, akan tetapi masih ada rasa syukur kami karena kami masih bisa pulang, masih ada kereta dan masih cukup ramai, kamipun tertidur didalam perjalanan kereta. Akhirnya kami sampai rumah pukul 02.30 WIB rekor terpagi kami berdua sampai dirumah, dan siap untuk menerima resikonya. Hihihi.