6 bulan belajar di penabulu.

6 bulan sudah di Penabulu, baru sebentar yaa? Yaaa… sebenarnya ngga sebentar juga si, tapi blm bisa dibilang lama menurut saya, tapiiiiii…. ilmu yang saya dapat selama 6 bulan ini cukup membuat saya menjadi pribadi yang lebih baik, *weeess* hihii. Pertama kali saya masuk jujur saya masih bingung apa yang harus saya kerjakan, sayapun diajak untuk mengikuti pelatihan TFCA mengenai 10 langkah Konservasi di Rumah Kemuning selama seminggu. Pelatihan ini membuat saya sebagai lulusan kehutanan antusias karena selama dibangu kuliah, saya belum mendapatkan ilmu ini, *duh..aduh kemana aja wi*.

Setelah pelatihan seminggu selesai saya kembali menjadi penghuni tower 3. Tower 3 ini sepi karena hanya ada saya, mas rado dan bang arief (waktu itu mas mudi blm datang) ada paman dan mas david sih, tapi karena kesibukaan paman, jadi bisa dikatakan jarang, karena paman suka kesana kemari, pun dengan mas david. Kami bertiga masih bingung harus ngapain kami sama-sama masih belum ada pekerjaan yang cukup menyita tenaga. Kami bertigapun mengerjakan apa yang bisa kami kerjakan, entah itu meraapihkan tower 3, mempelajari email-email yang di minta pelajari dari Om Eko, atau malah bermain. *yah ketauan deh*.

Dibulan kedua saya diminta Om Eko, untuk membuat milis Synthesis dengan meminta bantuan Mas Endra, esok harinya saya mengunjungi mas endra untuk membantu saya dalam membuat milis, dan dihari yang sama saya bertemu paman dan diajak untuk mengunjungi tower 2, begitu sampai di tower 2 saya pun disapa ramah oleh teman-teman, saya bertemu Om Eko dan meminta saya untuk belajar CTH kas Kecil bersama Mbak Iin, saya menyanggupi dan mulai belajar CTH kas kecil, meskipun terlihat simpel, tapi untuk saya orang yang benar-benar baru dalam hal keuangan seperti ini cukup membuat gemetar, tapi saya menantang diri saya untuk bisa melakukan, dimulai dari CTH synthesis pada akhirnya saya diminta untuk mengelola CTH tower 3.

Bulan kedua ketiga kesibukkan saya hanya sebatas CTH kas kecil, semua nota masih tersusun rapi dan dikumpulkan dalam satu ordner, melewati bulan ketiga saya kembali di minta untuk coba mempelajari dan mempresentasikan mengenai Hutan desa dan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu, iyaa.. itu mengenai kehutanan harusnyaa udah ngelotok bagi sarjana kehutanan, namun… saya belum menjadi sarjana kehutanan yang baik, saya benar-benar tidak mengetahui 2 hal ini, begitupun dengan bang arief (saat itu kami bekerjasama). Tapi sebisa saya, saya mulai mempelajari semua hal tentang hal itu dari mulai membaca bukunya, menanyakan kepada teman-teman kampus yang mengerti, kakak kelas, bahkan sampai ke dosen, dan dari semua penjelasan tersebut ketika presntasi di depan Om Eko, saya masih gelagapan *hahaa,dasar dwi ini*.

Memasuki bulan keempat saya kembali diminta Om Eko untuk mengikuti pelatihan Quantum mengenai pengelolaan organisai nirlaba, jengjeng…. sungguh, pelatihan ini membuat saya hampir sakit, karena saya sungguh tidak memiliki basic keuangan, istilah-istilahnya saja saya baru tau ketika diterangkan, saat mengikuti pelatihan ini hanya saya yang backgroundnya kuhutanan, tapi kembali lagi saya menantang diri saya untuk hal yang baru (walaupun benar-benar membuat saya keringet dingin) dari pelatihan ini saya belajar mengenai banyak hal tentang organisasi nirlaba, dari SOP, Pajak, PSAK 45, CTH dan Sango, tapi dari semua pelatian keuangan ini saya bisa cepat mengikuti latihanny di pelatihan CTH (iyalah udah nyuri start duluan) hehehehe.

Setelah pelatihan selesai saya kembali dengan rutinitas biasa saya di tower 3, kembali dengan CTH dan beberapa pekerjaan yang bisa saya lakukan. Saya sering diminta untuk membantu paman dan om suhud dalam merekap ulang hasil wawancara di Kubar yang cukup panjang wawancaranya bisa 2 jam dalam 1 kali wawancara, hihihi. Dibulan yang sama juga saya belajar bersama Intan (ah jadi rindu Intan) untuk mengelola sebuah acara (yaa semacam EO-lah) dalam, dari persiapannya, Pengajuan Uang Mukanya, gak lupa untuk PJUMnya dan menyiapakan segala sesuatunnya yang diperlukan selama peyelenggaraan acara. Sebelumnya saya juga pernah belajar bersama dengan intan dalam sebuah FGD IBCSD bersama Om Teguh, saya juga jadi lebih tau bagaimana bekerja sama dengan mitra, walaupun saya tidak bisa membantu banyak setidaknya banyak hal baru yang saya bisa pelajari dan memiliki teman baru dari mitra IBCSD.

Dari rapat Desa Lestari ini saya disandingkan (cie disandingkan) dengan mbak maya, belajar aplikasi desa, dari SIAP dan SIMPUL yang sampe sekarang masih kepending karena masih harus ada perbaharuan, belajar UU desa, PP sampe ke Permendagrinya, mengunjungi kantor desa, belajar keuangan desa, kemudian belajar distribusi poster, dari yang maketin sampe konfirmasi paket sampai, dan sekarang lagi belajar untuk BPJS dan koperasi untuk website keuangan desa yang masih berjalan.

Banyak kegiatan yang sudah dikerjakan disini membuat saya mendapatkan banyak ilmu tapi, sering sekali saya tidak menyadarinya, padahal dari kegiatan-kegiatan ini, saya sudah sedikit bisa lebih bisa memenejemen keuangan walaupun itu kas kecil, sudah jadi tau alur keuangan, pengajuan uang muka dan pertanggungjawabannya, sudah lebih sedikit berani berbicara kepada orang baru, walaupun masih banyak takutnya, ehehe. Dan ilmu-ilmu baru yang tadinya sama sekali belum tahu menjadi tau, hal ini juga yang menjadikan saya ingin terus belajar di sini, karena semua hal yang ada disini sudah dipastikan ada manfaatnya, hanya bagaimana kita bisa menerapkan ilmu-ilmu tersebut. hehehe