Banyak baca yok.. hehe

Hallo Penabuluers… pada sehatkan yah? Hehe.

Semoga semua pada sehat yah, amin.. ditulisan ini saya mau menceritakan mengenai pelajaran baru lagi yang saya dapat waktu saya bantuin “ngetik-in” laporan triwulan ibu saya. Saya yang menuliskan ibu saya mendiktekan. Ibu saya mulai mendiktekan dari judul laporannya yaitu program pembinaan kesehatan lanjut usia, sayapun langsung bertanya dalam pikiran apa “pembinaan kesehatan lanjut usia itu apa yah? Ada yang tau kah?.

Sambil terus menuliskan apa yang ibu saya katakan, sayapun membaca apa yang saya tuliskan, mungkin masih ada yang belum tau, kenapa usia lanjut itu perlu pembinaan, iyaa ngga? Ya,, samalah saya juga belum tau, namun dari penyampaian ibu saya, saya bisa sedikit menangkap kenapa lanjut usia ini diperlukan pembinaan kesehatan. Ternyata lanjut usia itu merupakan figur tersendiri yang kaitannya dengan sosial budaya bangsa, secara kehidupan nasional lanjut usia sendiri merupakan sumber daya yang bernilai sesuai dengan pengetahuan, pengalaman hidup dan kearifan yang dimiliki yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu kehidupan masyarakat.

Dari bantuin “ngetik-in” laporan inilah saya mulai banyak bertanya pada ibu saya. Ada yang tau ngga kira-kira batas usia lanjut itu mulai umur berapa? Saya sih awalnya berpikir usia 65 tahun keatas, hampir mendekati sih, ternyata batas usia lanjut itu umur 60 tahun keatas. Sayapun bertanya pada ibu saya “bu.. itu bukannya masih muda yaa? Masih banyak jugakan yang usianya 60 tahun keatas itu masih sehat dan masih tetap produktif dan berperan aktif? dan ini bu, ibu juga tadi menyebutkan, umur harapan hidup dari tahun ketahun semakin meningkat, pada tahun 2014 sudah mencapai 72 tahun, ini maksudnya gimana bu? bukannya berati pada sehat sampai usia 72 tahun?”

ibu saya pun menjawab “iya dek.. tapi menua itu sebuah proses yang mengalami perubahan dek, baik itu perubahan secara fisik biologis, mental ataupun sosial ekonomi, secara tidak langsung yang sudah menua itu secara sosialisasi menurun produktivitasnya karena kurangnya kesibukan sosial dan interaksi dengan lingkungan dan penurunan produktivitas ini yang berakibat pada penurunan kemampuan keterampilan dan terbatasnya kesempatan kerja, namun kebutuhan hidupkan terus meningkat. Sedangkan kebutuhan pelayanan kesehatan terutama untuk kelainan degeneratif memerlukan biaya yang tinggi. Kamu tau masih banyak di Indonesia, khususnya di Bogor yang kondisinya memprihatinkan, seperti ngga bisa baca sama nulis?” Saya hanya menggeleng sembari ibu saya menjelaskan kembali “jangankan untuk tau segala macem, untuk baca dan menulis aja belum bisa, karena kurangnya pengetahuan, mereka juga jadi minim pengetahuan mengenai kesehatanya (terutama) apalagi untuk yang lanjut usia, misal penggunaan penyedap rasa pada masakan, mungkin buat yang mengerti penggunaannya bisa sedikit atau malah ngga sama sekali menggunakan, karena mengetahui dampak dari penyedap rasa itu apa kalau kebanyakan, tapi untuk yang sudah usia lanjut yang tidak bisa baca tulis dan hidup sendiri? Atau hidup di lingkungan sekitar yang sama dengan mereka?”, nah sebelum hal-hal kaya gini terjadi makanya dilakukanlah pembinaan oleh para pakar kesehatan”.

Saya kembali mengangguk walaupun sedikit masih ada pertanyaan, jadi ini dinas kesehatannya mau pembinaannya baca sama tulis atau kesehatannya? Hehehe.. saya kembali mengetik yang ibu saya bacakan, ibu saya pun mulai membacakan upaya pembinaan lanjut usia yang dimaksud adalah upaya peningkatan kesehatan dan kemampuan untuk mandiri agar selama mungkin tetap produktif dan berperan aktif dalam pembangunan, pembinaan ini juga dilakukan melalui pelayanan kesehatan ditingkat pelayanan dasar dan rujukannya. Dan juga pembinaan ini diselenggarakan bagi kelompok usia 45-59 tahun sebagi pembinaan pra lanjut usia dengan melakukan upaya penyuluhan dan pelayanan kesehatan gizi maupun psiko-sosial agar dapat mempersiapkan diri menghadapi masa tua. oke.. saya mulai pusing, hahaha. tapi setidaknya jadi tau sedikitlah tentang pentingnya pembinaan usia lanjut, itu pendidikan baru loh..

Ini pengalaman baru buat saya, walaupun hanya sekedar bantu “ngetik-in” tapi setidaknya ada pengetahuan baru soal yang kita sama sekali masih raba-raba, baru mengerti kalau disekitar kita masih banyak yang kita banyak harus pelajari, mendalaminya sambil belajar lah tapi sengganya kita tau, disekeliling kita masih banyak sekali media untuk belajar dan perlu dibagi juga untuk menambah ilmu, yook banyak baca *alarm for myself*