cerita cilebut

Hari senin saya mendapatkan tugas dari om farhan untuk coba mendatangi kembali kantor desa cilebut barat. Untuk melihat dokumen keuangan dari desa tersebut. Buat apa coba? iya, karena saya dan mbak maya sedang membuat panduan untuk aplikasi desa yaitu siap dan simpul, untuk membuat panduan ini kami berdua perlu mengerti bagaimana alur hulu hingga hilir keuangan desa. Nanya ke om farhan, om farhan juga kurang paham, sehingga kami berdua diminta belajar dari dokumen-dokumen keuangan desa itu sendiri dan mendatangi kantor desa.

Rabu pukul 10.00 saya berangkat dari rumah menuju kantor desa cilebut barat. Begitu sampai di kantor desa cilebut barat keramaian sangat tampak jelas dari halaman parkiran kantor desa tersebut. Saya pun lantas menaiki tangga kantor desa, karena memang posisi kantor desa tersebut ada dilantai 2. Saya langsung masuk menuju ruangan Pak Komay, begitu masuk ternyata ruangan pak Komay sedang sangat ramai orang, pak komay melihat saya, dan memberikan isyarat untuk saya masuk.

Kemudian saya masuk keruangannya dengan mengucapkan salam, dan pak komay mempersilahkan saya untuk duduk sambil meminta saya untuk menunggunya sebentar. Sambil menunggu pak komay mengerjakan pekerjaannya, saya melihat-lihat sekeliling ruangan pak komay, sambil sesekali ngobrol dengan warga yang memang sedang ada urusan dengan pak Komay. Setelah hampir setengah, pak komaypun terlihat agak lenggang, dan mengajak saya untuk duduk di kursi depan meja kerjanya. Saya lantas menghampiri dan bersalaman sembari menanyakan kabar beliau, beliaupun menjawab dengan senyuman khasnya.

Pak komay menanyakan keperluan kedatangan saya, saya menjawab dengan tidak langsung pada point saya, saya mengajaknya ngobrol membahas kantor desa ini kemudian membahas website prodeskel yang pernah dikatakan oleh pak komay, pak komay tertawa ketika saya katakan website tersebut sering mengalami gangguan. Pak komay tertawa karena apa yang saya katakan memang benar dan berkata “iya sering sekali, mungkin karena memang masih ada pembaharuan”. Panjang lebar kami bercerita, sayapun menyampaikan tujuan kedatangan saya pada hari itu. Sambil tersenyum merasa tidak enak saya menyampaikan permohonan saya ke pak Komay dalam membantu saya mengajari pengelolaan keuangan desa. Pak Komay terlihat antusias ketika mendengar itu, pak komay berkata sangat senang kalau bisa membantu saya, dalam hati saya langsung terbesit “begitu baiknya staf kantor desa disini”.

Pak Komay langsung menceritakan pengelolaan keuangan desa dikantor desa cilebut barat secara pengetahuannya. Menurut pak Komay, semua pengelolaan berpacu pada peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah, hanya jalam pengaplikasian di kantornya terutama di desa cilebut ini dibuat semudah mungkin, untuk dapat lebih dimengerti. Tapi semua alurnya mengikuti peraturan yang sudah dibuat oleh pemerintah. Beliau juga menjelaskan prores dalam belanja desa. Belanja desa itu prosesnya panjang beliau berkata, jangankan sebelum barang sampai, sebelum lihat barang apa yang ingin dibelanjakan selau ada pengajuan yang harus di ACC dulu oleh kepala desa, setelah ada persetujuan dari kepala desa, kepala desa juga membuat pengajuan belanja pada toko (misal) “A”, dari toko tersebut juga harus melihat barang tersebut ada apa tidak, apabila ada tidak boleh juga langsung dikirim, harus ada pelaporan ke kepala desa dulu kalau barang itu ada, kemudian disetujui dan dikirim, namun sebelumnya juga masih ada lagi pengecekan barang, barang tersebut dalam kondisi baik atau tidak kalu baik baru barang tersebut akan dikirim dan diterima oleh kantor desa.

Proses panjang ini berlaku untuk semua tipe belanja barang menurutnya itu salah satu contoh untuk belanja ATK. Belum lagi ada pajak yang dikenakan pada tiap belanja. Saya menjadi antusias mendengarkan penjelasa dari pak Komay mulai mengajukan beberapa pertanyaan mengenani hal tersebut. Pak komay juga menjelaskan pajak belanja, ternyata pajak belanja yang terkena pajak itu untuk jenis belanja yang lebih dari Rp. 2.000.000 baru akan terkena pajak 5%. Itu yang diketahuinya untuk selebihnya mengenai pajak beliau berkata juga masih dalam tahap belajar dengan bendahara desa, ucapnya sambil tertawa.

Kemudian saya “nyeletuk” dalam pembicaraan yang mulai seru itu “Pak, jika dijinkan ini apakah boleh saya melihat dokumen2 apa saja yang diperlukan dalam proses tersebut pak? Yang tadi bapak ceritakan dari pengajuannya sampai ke pelaporannya pak”, pak komay menjawab “tentu boleh, hanya saja saat ini bendaharanya sedang sibuk sekali untuk persiapan besok akan ada bimtek dan itu untuk bagian keuangan”. Saya lantas menanyakan “besok itu bukan tanggal merah ya pak? Tidak libur, dan bimtek itu berapa lama?” pak komay menjawab lagi sambil sedikit terdengar “curhat”, hihi, beliau berkata “iya nih harusnya libur, tapi dari kecamatan mintanya besok jadi semua kantor desa juga harus masuk, untuk kecamatan sukaraja yah, untuk ada bimtek itu”. Sayapun hanya menangguk dengan terus mendengarkan penjelasan pak komay.

Dari ceritanya pak Komay yang menjelaskan bimtek itu, pak komay juga langsung menyambungkan penjelasannya ke arah UU Desa yang masih belum bisa berjalan ditahun ini menurutnya, karena “Pagu” (bahasa pak komay) untuk seperti RPJMK, RPJP dan yang harus mulai dibuat dalam UU Desa tersebut belum terlihat atau terdengar sampai sekarang baik dari kecamatan ataupun kabupaten. Beliau mengatakan mungkin baru tahun 2016 UU Desa ini baru bisa dilaksanakan.

Masih banyak sekali cerita yang diceritakan oleh Pak Komay kepada saya, sampai waktu tidak terasa sudah menujukkan pukul hampir menuju 13.00, jam istirahat pak Komay pun sampai terlewat, karena melihat pak komay yang juga mulai dipenuhi panggilan pekerjaan sayapun memohon untuk pamit. Sambil saya membereskan alat-alat tulis saya pak Komay berkata “nantilah ya sehabis Bimtek, saya akan coba hubungi mbak lagi, untuk mbak bisa melihat dokumen-dokumen tadi, sehingga saya juga menyiapkannya karena bendahara desa itu sibuk banget pasi waktunya bisa seharian ngurusin soal keuangan yang Cuma lewat, ucap pak Komay. Pak Komay juga berkata seklian diskusi mengenai pajak lagi, saya juga biar belajar dulu dari nanti hasil bimtek besok yah mbak”.

Saya yang mendengar itu tentu senang dan mengucapkan terimakasih karena pak Komay dengan baik hati mau membagi ilmunya kepada saya yang masih awam dan hanya meraba-raba mengenai pengelolaan keuangan desa, tapi dari banyak penjelasan dasar yang dijelaskan oleh pak komay saya sedikit banyak megetahui saat ini sehingga dari hasil raba-raba bacaan kemarin sedikit ada gambaranlah, walaupun belum utuh. Hehe.