Belajar dari Distribusi Paket

Senin dan selasa menjadi hari yang cukup membuat saya dan mbak maya jadi perempuan tangguh *cailah*. iya.. bungkusin paket poster UU Desa lebih dari 100 box. (tangguh dari mananya wi? biasa aja ah). hehehe… iya sih terlihat biasa, tapi buat kami itu luar biasa, soalnya jadi belajar distribusi paket yang cukup membuat saya dan mbak maya ngga sadar waktu.ehehe.

awal cerita, mbak maya dapet mandat langsung dari om eko, untuk distribusi poster UU Desa ke tiga daerah, yaitu Yogyakarta, Situbondo dan Berau, saya diminta untuk bantu mbak maya. Tapi.. kondisi saya sebelumnya masih belum stabil, akhirnya mbak maya mengerjakannya sendiri. ngga enak banget rasanya kepikiran mbak maya ngeboxin segitu banyak poster, yaaa… dibantuin sama ryan dan juki sih.

singkat cerita sayapun datang ke rumah paminda sudah ada mbak maya, mas bayu dan mbak phia. saya juga melihat ada kurang lebih 10 paket besar sudah berjejer rapih, saya bertanya ke mbak maya “mbak.. paket2 ini yang mau dikirim ?”, mbak maya pun menjawab sambil tersenyum “iyaaa… banyak kan ya wi?” saya hanya menjawab dengan anggukkan kepala karena takjub.

Kami pun berdiskusi menggunakan jasa apa paket ini dikirim, anggaran dan waktu menjadi sangat diperhitungkan disini, karena om eko mau paket poster ini sampai sebelum tangal 10 feb 2015. Untuk awalan akhirnya kami memutuskan mengirim paket yang ke Yogyakarta dan Situbondo. disinilah kami mengganggap diri kami mulai menjadi tangguh, kenapa? karena saya dan mbak maya memutuskan untuk pergi mengirimkan paket menggunakan motor pinjaman mas bayu dengan membawa 2 paket, yang dimana 1 paket isinya 25box dan satunya 12box (jujur saja untuk yang 25box itu lumayan berat juga loh,hihi). kamipun berangkat menuju kantor pos, untuk melupakan beratnya paket itu dalam perjalanan kami saling bercerita, dan tertawa ketika mendengar seseorang yang berbicara dipinggiran jalan “duh neng.. bawaanya besar banget sampai ndak kelihatan cantiknya”.

Sampai di kantor POS dekat pasar,saya memberhentikan motor didepan pintu masuk pos, supaya mbak maya bisa turun duluan karena kasihan pasti berat. lalu saya memarkirkan motor dan ikut masuk dengan membawa paket poster yang lebih ringan. Berusaha menarik nafas mbak maya mengantri disalah satu barisan dalam kasir, saya menunggu disebelahnya sambil memegangi paket2 poster itu.

Mbak maya sudah didepan kasir, dan meminta saya untuk menaruhkan paket Yogyakarta ke atas timbangan, begitu melihat berat paketnya kami hanya saling berpandang dan tertawa, ternyata beratnnya 11 Kg! untuk ukuran mbak maya yang membawanya itu lumayan cukup menguras tenaga, hihihi. dan untuk paket Situbondo karena hanya setengahnya tidak terlalu berat hanya 5,6Kg. selesai mengirim paket Yogyakarta dan Situbondo, kami pun berjalan menyusuri pasar untuk membeli 2 kardus besar, mbak maya memiliki ide untuk pengiriman peket ke Berau dikirim dengan menggunakan kardus, agar lebih sedikit jumlah paket pengirimannya dan dibuat maksimal berat 3oKg. (bobot maksimal pengiriman paket dikantor Pos).

Setibanya kami di rumah paminda, meletakkan kardus besar bekas rokok itu disebelah paket pengiriman ke berau yang masih banyak. kami berdiri didepannya saling menatap berpikir bagaimana cara agar semua paket2 ini bisa masuk. kami merehatkan sejenak badan kami dengan membuat kopi ditambah es batu (kebiasaan saya dan mbak maya, selalu ada es batu *ngga penting yah*hihi), setelah segar kamipun memulai pekerjaan baru kami yaitu “jasa pengepackan” hihihi *candaan saya dan mbak maya untuk menyemangati diri kami*

Dimulai dengan memasukkan 3 paket yang sudah terisi 25box dan 2 paket isi masing-masing 9box, kemudian membungkus bagian atasnya dengan kertas lalu ditutup solatip cokelat, lumayan membuat solatip yang baru dibeli langsung menipis. Selesai urusan membungkus 43box dalam 1 kardus itu, kami kembali terdiam melihat jumlah paket yang masih banyak sedangkan kalau dimasukkan sama seperti paket sebelumnya dengan jumlah box 43, maka masih tersisa 44box lagi yang kalau beli kardus yang sama akan kurang 1 box (untuk Barau kami mengirim 130 box). saya dan mbak maya berdiskusi dan memutuskan untuk membuka semua paket yang sudah terbungkus (maafkan kami ryan dan juki,huhu) kemudian mencoba memasukkan langsung kedalam kardus box-box tadi. alhasil… taraaa… ternyata hampir sama saja, hanya lebih 5 box, kardus tersebut hanya bisa terisi maksimal 48box. masih ada 39box lagi, sambil memikirkan sisanya kami kembali mentup atas kardus dengan kertas dan membungkusnya dengan solatip cokelat.

Setelah selesai saya dan mbak maya kembali berdiskusi mengenai sisa box akhirnya kami memutuskan untuk membeli kardus yang lebih kecil. Kami berangkat menuju pasar dengan membawa contoh salah satu box, sampai ditoko kami mencoba beberapa kardus untuk si box (udah kaya milih baju aja dicoba-coba dl,hehe) setelah dapat kamipun pulang ke rumah paminda dan langsung menaatanya. kardus ini benar2 seukuran box untuk panjangnya, sehingga untuk memasukkan box ini kardusnya harus dimiringkan, kami mulai memasukkan box2 yang tersisa tadi dan PAS ! ah, bahagia rasanya, hehehehe…. kami melebihkan satu box dalam kardus ini agar benar2 pas. Mulai pengepackan!!!, untuk kardus yang ini kami benar-benar harus hati-hati dan lebih sabar, karena atas bawah kardus ini harus diialasi kertas yang dibungkus solatip cokelat. Kardus ini tidak bisa diputer2 seperti kedua kardus lainnya jadi harus kami yang berputar dan itu cukup membuat kami pusing, namun menyenangkan karena kami juga ditemani ngobrol mas bayu dan mbak phia, hehehe.

Atas bawah kardus sudah selesai kami tutup, selesai sudah tugas packing paket kami ke Berau. Saat melihat jam saya dan mbak maya sama-sama terkejut, karena jam sudah menunjukkan pukul 17.45, kami kembali tertawa sama-sama berpikir tidak terasanya waktu berjalan begitu cepat. Kamipun merapihkan sisa2 kertas dan solatip yang berceceran dilantai, dan saat kami mecoba untuk mengangkat paket tersebut, hanya terdengar suara “aaaaaaaaaaaaakkkk…” dari kami berdua dengan kondisi paket yang tidak terangkat sama sekali, “berat!” ocehan saya dan mbak maya. Kamipun mendorong paket2 tersebut kepojokan dibantu mas bayu dan mbak phia, karena sudah hampir malam kami berduapun memutuskan untuk pulang dan mengirim paketnya esok harinya.

esok harinya dihari selasa, kami sama-sama tiba pukul 10.00 wib, dirumah paminda sudah ada mas bayu, mbak phia dan mbak nia. ketika melihat paket2 pengiriman kamiĀ  kembali hanya saling berpandang. Mbak phia yang melihat kami terlihat bingung menyarankan kami menggunakan taxi untuk membawa paket ini kekantor pos, kamipun setuju lalu memesan taxi. sambil memunggu taxi datang, kami mempersiapkan paket2 ini, dengan menuliskan alamat pengiriman, dan saat itu paminda mulai ramai dengan datangnya om sugeng, mbak iis, om jimmy dan mbak iin. Taxipun datang, dibantu om jimmy yang cukup kuat untuk mengangkut kardus2 itu kedalam taxi, saya dan mbak maya hanya bisa mendorong kardus2 itu sampai pintu..hehehe.

Kami langsung menuju kantor pos, dengan baik bapak supir taxi itu memasukkan taxinya kedalam halaman parkir kantor pos sehingga memudahkan pak satpam membantu kami untuk mengangkat kardus2 itu kedalam kantor pos. iyaa.. saya dan mbak maya hanya membukakan pintu, lalu menunggu pak satpam kantor pos mengangkat kardus2 itu (kami belum cukup tangguh untuk mengangkat kardus2 itu, huhu). Paket2 besar itupun ditimbang masing2 kardus punya bobot hampir lebih dari 25 Kg, saya dan mbak maya spontan berkata ke bapak satpam kantor pos itu “waaaaa… berat! luar biasa bapak ini kuat”, bapak itu dengan candaan dan tawa menjawab “jangankan kardus mbak, orang aja bisa saya angkat kok”, saya dan mbak maya tertawa begitu juga dengan mas-mas kasir dikantor pos itu. Kami menunggu paket2 itu selesai di timbang dan kami menerima bukti pengiriman. Setelah selesai kami kembali ke rumah paminda menggunakan taxi yang masih menunggu kami didepan halaman parkir kantor pos, sebelum kami masuk kedalam taxi tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada bapak satpam yang sudah membantu kami mengangkut paket2 kami, tanpanya kami tak sanggup (halah, hehe).

Sesampainya dirumah paminda, kami duduk di kursi depan leptop kami, dan berkata “alhamdulillaaaah…. selesai” saya dan maya lantas saling “tos-tosan” untuk mengungkapkan kebahagiaan kami. Tugas kami untuk distribusi paket sudah selesai. Bahagia loh.. karena malam setelah kami berdua pulang dan sampai dirumah masing2, saya dan mbak maya masih ngobrol via line membahas paket ke Berau yang belum dikirim dan masih kekhawatir paketnya ngga sampai sbelum tanggal 10. Tapi dengan paket sudah terkirim ini kami lega, setidaknya kami sudah melakukakn yang terbaik dari yang kami bisa. Dan itu hal yang membahagikan untuk kami. hihihihi.