cerita cilebut

Hari senin saya mendapatkan tugas dari om farhan untuk coba mendatangi kembali kantor desa cilebut barat. Untuk melihat dokumen keuangan dari desa tersebut. Buat apa coba? iya, karena saya dan mbak maya sedang membuat panduan untuk aplikasi desa yaitu siap dan simpul, untuk membuat panduan ini kami berdua perlu mengerti bagaimana alur hulu hingga hilir keuangan desa. Nanya ke om farhan, om farhan juga kurang paham, sehingga kami berdua diminta belajar dari dokumen-dokumen keuangan desa itu sendiri dan mendatangi kantor desa.

Rabu pukul 10.00 saya berangkat dari rumah menuju kantor desa cilebut barat. Begitu sampai di kantor desa cilebut barat keramaian sangat tampak jelas dari halaman parkiran kantor desa tersebut. Saya pun lantas menaiki tangga kantor desa, karena memang posisi kantor desa tersebut ada dilantai 2. Saya langsung masuk menuju ruangan Pak Komay, begitu masuk ternyata ruangan pak Komay sedang sangat ramai orang, pak komay melihat saya, dan memberikan isyarat untuk saya masuk. Read More

Belajar dari Distribusi Paket

Senin dan selasa menjadi hari yang cukup membuat saya dan mbak maya jadi perempuan tangguh *cailah*. iya.. bungkusin paket poster UU Desa lebih dari 100 box. (tangguh dari mananya wi? biasa aja ah). hehehe… iya sih terlihat biasa, tapi buat kami itu luar biasa, soalnya jadi belajar distribusi paket yang cukup membuat saya dan mbak maya ngga sadar waktu.ehehe.

awal cerita, mbak maya dapet mandat langsung dari om eko, untuk distribusi poster UU Desa ke tiga daerah, yaitu Yogyakarta, Situbondo dan Berau, saya diminta untuk bantu mbak maya. Tapi.. kondisi saya sebelumnya masih belum stabil, akhirnya mbak maya mengerjakannya sendiri. ngga enak banget rasanya kepikiran mbak maya ngeboxin segitu banyak poster, yaaa… dibantuin sama ryan dan juki sih.

singkat cerita sayapun datang ke rumah paminda sudah ada mbak maya, mas bayu dan mbak phia. saya juga melihat ada kurang lebih 10 paket besar sudah berjejer rapih, saya bertanya ke mbak maya “mbak.. paket2 ini yang mau dikirim ?”, mbak maya pun menjawab sambil tersenyum “iyaaa… banyak kan ya wi?” saya hanya menjawab dengan anggukkan kepala karena takjub. Read More