Cuma Cerita (2) Final

Hay Penabuluers, saya mau menceritakan kelanjutan tulisan saya yang tertunda kemarin nih, maaf yah saya menundanya, karena memang ada sesuatu yang membuat saya jadi menundanya, hehe. Oke saya mengawali cerita saya dengan sapaan “Selamat Pagi !!!”, iya pagi ini saya bangun ketika matahari sudah terbit menyelinap masuk dalam selah-selah jendela kamar saya, (romatis ya dibangunin matahari, padahal kebluk aja bangunnya siang, hehe) bahagia rasanya melihat matahari yang akhirnya muncul bersinar (kembali) setelah beberapa hari hujan terus mengguyur kota hujan, menjadikan bogor seperti kebanyakan orang bilang, Bogor kota hujan.

Saya bangun dengan keadaan mata yang “menyeringai” karena silau, lalu merapihkan tempat tidur seperti biasanya, kemudian bersiap-siap karena waktu sudah menunjukkan pukul 07.15. “semangat! bismillah” kalimat yang saya ucapkan untuk diri saya sendiri ketika membuka pintu dengan segala persiapan yang sudah lengkap, tepat di jam 08.30 saya berangkat menggunakan motor kesayangan saya dengan ditemenai matahari yang luar biasa bersinar terang menuju kantor desa cilebut barat.

Jam 09.00 saya mendarat sempurna di kantor desa cilebut barat, (nahkan apa yang saya bilang kemarin, waktu perjalan dari rumah ke kantor desa cilebut itu dekat, berbeda ketika harus menggunakan angkutan umum *bersikukuh*) dengan perasaan senang saya masuk kedalam kantor desa dan kembali menemui Pak Is diruangannya, Pak Is tersenyu saat melihat saya, sayapun balik tersenyum dan mengucapkan salam, kami saling bertanya kabar sembari pak Is mengantarkan saya ke ruangan pak lurah.

“Assalamualaikum, pak ini loh yang kemarin ingin menemui bapak.” Pak Is membuka pintu ruangan pak lurah dan langsung memperkenalka saya, saya pun masuk dengan mengucapkan salam dan berjabat tangan, lalu memperkenalkan diri secara pribadi. Pak iIs meminta ijin untuk meninggalkan kami, saya hanya tersenyum dan mengucapkan terimkasih kepada Pak Is, ketika saya melihat pak lurah saya sangat setuju dengan cerita intan mengenai pak lurah, pak lurah itu luwes, ramah, enerjik, dan terlihat luar biasa sibuk tetapi, pak lurah dengan baiknya masih mau menyempatkan waktunya untuk ngobrol dengan saya, dengan baik hati pak lurah memberikan saya tempat duduk dan memulai perbincangan. Saya mulai perbincangan dengan mengenalkan lembaga, dan sama seperti kemarin, saya menceritakan intan yang sebelumnya sudah pernah datang ke kantor desa ini dengan membawa PP tentang desa dan meminta ijin untuk meminta data dari kantor desa cilebut ini, dengan baik Pak Muhadi (nama pak lurah) mendengarkan penjelasan saya.

Sayapun mulai membicarakan niat dan tujuan kedatangan saya ke kantor desa ini, yaitu untuk mengenalkan aplikasi Simpul Desa dan Siap Desa dalam rangka mempermudah desa mendokumntasikan adminitrasi ataupun keuangan desa. Saya mengeluarkan leptop dan membuka aplikasi desa tersebut, dengan sabar pak lurah mendengarkan penjelasan saya mengenai data-data desa cilebut barat yang sudah diinput dalam aplikasi desa yang intan dapatkan dari kantor desa ini sebelumnya namun, tiba-tiba ada tamu dari kecamatan datang langsung menemui pak lurah, saya pun sempat berkenalan dengan tamunya, karena merasa tidak enak, pak lurah memanggil salah satu staf administrasinya untuk berdiskusi dengan saya. “Dwi.. kamu ngobrol dl ya sama Pak Komay, beliau staf administrasi disini, siapa tau bisa membantu, saya ada tamu hebat dulu nih” candaan yang pak lurah sampaikan kepada saya sambil memperkenalkan Pak Komay kepada saya, lalu sayapun keluar ruangannya dan berjalan mengikuti Pak Komay.

Setelah berkenalan dengan Pak Komay, saya kembali menjelaskan ulang kedatangan saya ke kantor desa cilebut ini dan kembali memperkenalkan aplikasi Simpul dan Siap Desa, Pak Komay mendengarkan penjelasan saya dan melihat dengan seksama semua data yang sudah diinput dalam aplikasi ini, Pak Komay tersenyum ketika saya mulai terbata-bata menjelaskannya namun, bapak itu tetap mendengarkan penjelasan saya, kemudian bapak itu bertanya “ apa aplikasi ini semacam profil desa?” saya pun menjawab “iya pak, namun ada beberapa menu tambahan yang biasanya ada dalam administrasi desa, salah satu contohnya seperti menu administrasi keuangan, dalam menu ini ada menu anggaran dan transaksi, nah dengan adanya menu ini kan semanya dapat tercatat dengan baik pak, kapan dan berapa jumlah anggaran yang masuk dalam desa, sehingga jelas pak dan kantor desa pun dapat melihatnya lagi dengan lebih mudah, karena ini nantinya akan dalam bentuk database, seperti dalam data transaksi ini” (ngejelasinnya kaya orang bener aja ya ini, hihi). Pak Komay meilhatnya dengan seksama sambil menaruh tangan didagunya seperti berpikir, lalu berkata “sebenarnya dari KEMENDAGRI sudah ada aplikasi seperti ini, tapi dia berbasis web, sehingga lebih mudah, tidak perlu menginstal”.

Ekspetasi saya atas penjelasan saya seketika bubar bak debu tertiup angin (berlebihan ya, ckck), jujur saya tersenyum, sedikit menahan rasa sebel saya sendiri karena tidak terlebih dahulu mencari tahu sebelumnya, sayapun mencoba menjawab ‘pernyataan’ itu (padahal pernyataan ya bukan pertanyaan, hehe) dengan jujur, saya berkata bahwa saya masih belum mengetahui tentang wesite dari KEMENDAGRI itu, saya juga langsung bertanya pada Pak Komay “di dalam wesite itu, ada apa saja pak?”, pak Komay langsung menjawab “hampir sama dengan aplikasi ini mbak, ada data penduduk, pembangunan, inventarisasi, dan lain-lainnya”.

Penasaran saya semakin menjadi terhadap webiste KEMENDAGRI ini, sayapun menanyakan alamat websitenya kepada pak Komay untuk sama-sama melihat, Pak Komaypun memberikan alamantnya (alamat website : www.prodeskel.pmd.kemendagri.go.id ) dan ketika saya coba buka, saya spontan sedikit berteriak kaget “yaah… maintenance”, Pak Komay hanya tertawa meilhat kekagetan saya, merasa tidak enak saya lantas meminta maaf dan tersenyum, tambah rasa sebal saya ketika saya baca website ini baru bisa diakses pada tanggal 25 Januari 2015. Masih dalam rasa penasaran saya, saya bertanya lagi kepada Pak Komay, menu dalam website tersebut akan tetapi pak Komay tidak mengingat semua menu yang diingat hanya hampir sama dengan aplikasi desa yang saya tunjukkan.

Saya bertanya lagi (ini kenapa jadi saya yang banyak bertanya ya? hehe) apa ada administrasi keuangan di dalam website tersebut Pak Komay juga tidak mengingatnya, lalu pak Komay menyarankan untuk melihat terlebih dahulu menu yang ada dalam website tersubut, beliau berkata “apabila tidak ada administrasi keuangannya, aplikasi desa yang Siap dan Simpul ini juga nantinya akan melengkapi pendokumentasian dalam desa, bukan begitu mbak?” saya mengangguk dan masih bertanya “apakah website ini bisa langsung diakses oleh warga?”, Pak Komay dengan baik menjawab “iya bisa diakses, inikan untuk seluruh desa di Indonesia jadi siapapun yang ingin melihat baik itu data penduduk, inventarisasi, pembangunnya di tiap desa sudah ada, tapi untuk input data memang hanya bisa satu admin dari tiap kantor desanya”, saya kembali tersenyum dan berpikir untuk kelanjutannya, karena saya melihat kekurangantusiasan kantor desa ini terhadap aplikasi Simpul dan Siap desa, mereka lebih tertarik pada aplikasi website yang lebih mudah diakses tanpa harus menginstal.

Saya terbawa dalam rasa penasaran saya yang membuat saya jadi terus bertanya, dan Pak Komaypun kedatangan warga yang ingin meminta bantuan. Saya merasa tidak enak terhadap warga yang mulai terus meminta bantuan Pak Komay, akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri pembincangan saya dengan Pak Komay dan berniat untuk kembali berbincang-bincang lagi setelah saya mempelajari website KEMENDAGRI tersebut. Namun, sebelum mengakhirinya saya sempat menanyakan lebih pasti siapa yang biasa mengelelola administrasi di kantor desa ini, baik itu yang biasa mengelola web profil desa dari KEMENDAGRI, dan ternyata Pak Komay sendirilah yang biasa mengelola. Saypun langsung berpikir untuk mendekati Pak Komay (eh..sebagai PIC ya, hehe) untuk perbincangan kedepannya. Pak Komay dengan senang hati jika bisa berdiskusi lagi, karena menurut Pak Komay aplikasi ini semua baik untuk pendokumentasian administrasi desa. Saya dan Pak Komaypun saling berjabat tangan dan tak lupa mengucapkan terimakasih atas kebaikkan Pak Komay dalam menjamu saya sebagai tamu, sayapun meninggalkan ruangan Pak Komay. Melihat saya telah menggendong tas dan keluar, pak lurah yang ada di dalam ruangannya dengan pintu yang sedikit terbuka lantas keluar dan mengucapkan terimakasih kepada saya. Dengan perlaukan yang luar biasa baik inilah saya merasa sangat senang, saya juga menjawab dengan ucapan terimakasih atas bantuannya terhadap pak lurah dan saya meninggalkan kantor desa cilebut barat.images1

Pembelajaran dari pengalaman saya hari ini adalah belajar berinteraksi selain sabar, interaksi yang baik itu diperlukan dalam hal apapun, seperti kata om sugeng “ ketika kita berinteraksi baik terhadap seseorang, maka orang tersebut juga akan melakukan hal yang sama terhadap kita, begitulah yang terjadi di alam, pasti ada timbal balik yang sama” walaupun kantor desa cilebut masih belum terlihat antusias dalam apikasi ini, saya masih punya harapan kalau aplikasi desa ini bisa diterima, karena didaerah/ desa-desa lainnya yang masih jauh dalam jangkauan internet, sangat terbantu dengan aplikasi desa ini, mungkin kantor desa cilebut ini kurang antusis karena penyampaian sayanya dan itu masih jadi pelajaran untuk saya yang harus diperbaiki, hehe.