a time

jam Malam di tanggal 13 Januari 2015, pukul 00.33.
Aku masih terjaga, masih tenggelam dalam pikiran dan khayalan-khayalanku yang semakin menggila, waktu terus berjalan tanpa bisa aku hentikan, terus berjalan dengan tanpa memberi peringatan pada siapapun atau apapun.
Berbicara waktu,,, maka berbicara banyak hal yang tidak bisa ditunda, karena kita bisa menunda, tapi waktu tidak akan pernah mau menunda. Kita akan menyesal tanpa waktu memperdulikan, karena waktu hanya bisa berjalan dengan atau tanpa kesempatan-kesempatan yang ada.

itu mengapa Khalil Gibran bisa berkata dalam puisinya :

“ambillah waktu untuk berfikir, itu adalah sumber kekuatan,
ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia muda yang abadi,
ambillah waktu untuk membaca, itu adalah sumber kebijaksanaan,
ambillah waktu untuk berdo’a, itu adalah kekuatan terbesar dalam bumi,
ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan tuhan,
ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan,
ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan jiwa,
ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan, dan
ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga.”

Mulai saat ini, belajarlah menghargai waktu, karena waktu tidak menginginkan sebuah penyesalan di akhir cerita, karena waktu sudah memberi ruang-ruang kesempatan yang ada, dan tidak bisa diulang untuk kesempatan yang sama.
Inilah arti dari waktu, dimana waktu hanya terus berputar mengiringi sang surya yang berganti rembulan, terus berputar beriringan dengan bergantinya musim kemusim, dan dalam perputarannya itulah waktu selalu mengharapkan kebahagian tiap-tiap manusia yang memanfaatkannya, karena dari kebahagiaan itulah waktu mendapakan sebuah penghargaan atas perjalan yang tak bisa dihentikan oleh selain sang pencipta waktu.

_DPL_